Bocah Kecanduan Rokok Karena Salah Pola Asuh

Jakarta, Kasus balita merokok dari Indonesia sering menjadi sorotan media internasional. Contoh terbaru adalah bocah 8 tahun asal Sukabumi yang sudah merokok. Kementerian Kesehatan menilai bocah kecanduan merokok terjadi karena salah pola asuh.

“Kalau dari kecil sudah adiksi (kecanduan) berarti di masyarakat itu sudah ada yang salah dalam pola pengasuhannya,” ujar dr Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan RI, disela-sela acara Peluncuran Dokter Kecil Award 2012, di Balai Kartini, Senin (26/3/2012).

dr Kirana menuturkan misalnya anak hanya diam kalau dikasih rokok, kenapa bisa seperti itu maka kemungkinan orangtuanya sudah membiasakan hal tersebut sehingga meski masih kecil ia sudah kecanduan.

“Anak kecil itu kan peniru, jadi enggak mungkin dia tahu tanpa melihat atau meniru orang lain. Dan anak bisa kecanduan itu butuh proses panjang karena enggak mungkin 2 hari merokok sudah kecanduan,” ungkapnya.

dr Kirana mengungkapkan jumlah perokok balita yang ada di Indonesia sebenarnya kecil, tapi karena hal ini terlalu diekspos maka terlihat besar. Selain itu masyarakat juga salah dengan kadang menganggap lucu anak kecil yang sudah merokok sehingga tidak terlalu dilarang dan malah kadang jadi pertunjukkan.

“Jadi pola asuh dari keluarga dan masyarakat itu sangat penting,” ujar dr Kirana.

Anak-anak yang merokok berisiko mengalami berbagai dampak negatif bagi kesehatan dan berisiko lebih tinggi mengalami beberapa kondisi berikut:
1. Mengembangkan masalah pernapasan seperti asma dan batuk
2. Mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas atletik karena kapasitas paru-paru terganggu
3. Memiliki gigi yang kuning dan bau mulut
4. Cenderung rentan menggunakan narkoba seperti ganja, alkohol dan kokain
5. Menjadi kecanduan terhadap tembakau serta akan merasa sangat sulit untuk berhenti.

Selain itu di dalam asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) dan 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik). Jika anak-anak ini sering terpapar asap rokok maka ia bisa mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronchitis, infeksi saluran pernapasan, telinga dan asma.(dtk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s